Categorised Posts

Indikasi Ketidaksesuaian Dana BOS di SDN Dharma Tanjung 1 Jadi Perhatian Publik

SAMPANG – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung operasional pendidikan dasar dan menengah di Indonesia. Namun, dalam praktiknya, pengelolaan dana tersebut masih menjadi perhatian sejumlah pihak.

Berdasarkan hasil survei lapangan di SDN Dharma Tanjung 1, tim SATGAB TKN-BASUPATI melakukan uji petik dan menemukan adanya sejumlah indikasi yang diduga berkaitan dengan pengelolaan dana BOS.

Temuan tersebut dinilai mencerminkan masih perlunya penguatan pengawasan dan transparansi dalam sistem pendidikan. Beberapa indikasi yang disebutkan antara lain dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP), praktik yang berpotensi mengarah pada konflik kepentingan, serta laporan yang diduga tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Angka-angka ini menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan besar dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang bersih. Padahal, dana BOS adalah instrumen penting yang mendukung program wajib belajar 12 tahun. Jika tidak dikelola dengan baik, yang berpotensi dirugikan adalah peserta didik,” tegas Ketua Umum TKN, H. Mino.

Indikasi Ketidaksesuaian Data dan Kondisi Fisik Sekolah

Dalam hasil uji petik tersebut, tim juga menyoroti adanya dugaan ketidaksesuaian antara laporan penggunaan anggaran dengan kondisi fisik sekolah. Beberapa bagian bangunan dilaporkan dalam kondisi kurang terawat, seperti tembok yang mengelupas dan plafon yang rusak.

Meski demikian, temuan ini masih bersifat dugaan dan memerlukan klarifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

H. Mino juga menekankan pentingnya integritas dalam sistem pendidikan. “Pendidikan antikorupsi bukan hanya soal pembelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana sistemnya dijalankan secara transparan dan akuntabel,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tujuan pendidikan nasional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional adalah membentuk karakter dan peradaban bangsa yang bermartabat, sehingga pengelolaan pendidikan perlu dilakukan secara bertanggung jawab.

Pihak Sekolah Diharapkan Memberikan Klarifikasi

Sementara itu, Ketua Umum BASUPATI menyampaikan bahwa pihaknya menyayangkan sikap kepala sekolah yang dinilai belum memberikan tanggapan secara langsung saat proses uji petik berlangsung, meskipun surat pemberitahuan telah disampaikan sebelumnya.

“Askur, kami menduga kepala sekolah sengaja menghindar karena tidak akan mampu membuktikan atau menjelaskan dugaan penyimpangan kepada kami,” pungkasnya.

Di sisi lain, upaya konfirmasi telah dilakukan oleh awak media kepada pihak kepala sekolah melalui pesan WhatsApp guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan sesuai Kode Etik Jurnalistik.

Dalam tanggapannya, kepala sekolah mengajak awak media untuk datang langsung ke sekolah.

“Sudahlah mas, datang saja ke sekolah, kita ngopi duduk bareng, kita rembuk bersama,” jawab Kepala Sekolah SDN Dharma Tanjung 1.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak sekolah belum memberikan penjelasan resmi terkait sejumlah temuan yang disampaikan dalam uji petik tersebut.

Tim
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image