BREAKING NEWS

Capaian Kinerja Bea Cukai Langsa Tahun 2025

CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA – Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Langsa, Dwi Harmawanto dalam penjelasannya kepada media ini, Selasa(13/01/2026 menerangkan, 

KPPBC Tipe Madya Pabean C Langsa mencatat kinerja yang positif dan berimbang sepanjang tahun 2025. Melalui penguatan fungsi pelayanan, pengawasan, serta penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Langsa tidak hanya mampu menjaga penerimaan negara tetap optimal, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas penindakan yang berdampak langsung terhadap perlindungan masyarakat.

Karakteristik wilayah kerja yang mencakup jalur perlintasan darat dan perairan menjadikan tantangan tersendiri bagi Bea Cukai Langsa dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pengawasan kepabeanan dan cukai, khususnya terhadap barang ilegal seperti Barang Kena Cukai (BKC), maupun Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) yang menjadi fokus utama dalam kegiatan pengawasan. 

Hingga akhir tahun 2025, Bea Cukai Langsa tidak hanya menunjukkan kinerja penerimaan tetap terjaga, namun juga mencatat capaian signifikan disisi kinerja pengawasan kepabeanan dan cukai. Dalam konteks tersebut, capaian penerimaan dan penindakan sepanjang tahun 2025 mencerminkan peran strategis Bea Cukai Langsa sebagai garda terdepan dalam pengamanan keuangan negara dan perlindungan kepada masyarakat.

"Disisi penerimaan, Bea Cukai Langsa mencatat kinerja penerimaan tetap on track. Hingga akhir periode pelaporan 31 Desember 2025, total penerimaan Bea Cukai Langsa mencapai Rp922.513.000,- atau mencapai 503,27% dari target penerimaan yang ditetapkan sebesar Rp183.304.000,-.", papar Dwi Harmawanto. 

Capaian tersebut terdiri dari :
-Penerimaan dari sektor Bea Masuk tercatat sebesar Rp9.427.000 (123,65% dari target);
-Penerimaan dari sektor Cukai tercatat sebesar Rp913.086.000, yang menjadi kontributor utama dengan capaian 519,74% dari target.

Dominasi penerimaan cukai menunjukkan bahwa upaya pengawasan dan penindakan di bidang cukai berjalan efektif serta berkontribusi signifikan terhadap optimalisasi penerimaan negara.

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, kinerja penerimaan Bea Cukai Langsa pada tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan. Pada tahun 2024, total realisasi penerimaan tercatat sebesar Rp501,61 juta, sedangkan pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp922,51 juta.

Dengan demikian, penerimaan tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp420,90 juta atau tumbuh sekitar 83,9% dibandingkan tahun sebelumnya (yoy). Peningkatan ini mencerminkan keberhasilan Bea Cukai Langsa dalam mengoptimalkan pengawasan dan pelayanan, khususnya pada sektor cukai yang secara konsisten menjadi kontributor utama penerimaan negara.

Kanjutnya, capaian Penindakan di bidang Kepabeanan, Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Langsa telah menerbitkan 5 Surat Bukti Penindakan (SBP) di bidang kepabeanan. Penindakan ini menunjukkan peningkatan kualitas, ditandai dengan penindakan terhadap sarana pengangkut serta beragam komoditas bernilai ekonomi dan risiko tinggi.

Barang dan sarana pengangkut yang berhasil diamankan meliputi:
-4 unit truk, 1 unit Toyota Avanza, dan 1 unit Daihatsu Luxio;
-27 unit kendaraan bermotor roda dua, 29 koli suku cadang, 3 unit mesin motor, serta 1 unit sepeda motor milik pelaku;
- Satwa hidup dan tumbuhan, antara lain ternak kambing, burung makau, sigung bergaris, kelinci, ratusan burung poksai mandarin dan cica daun dahi emas, serta tanaman hias, dan barang konsumsi berupa minuman olahan teh hijau.

"Total perkiraan nilai barang hasil penindakan kepabeanan tahun 2025 mencapai ±Rp6,46 miliar. Hal tersebut mencerminkan keberhasilan dalam penguatan pengawasan terhadap pola pelanggaran yang semakin kompleks",ujarnya.

Penindakan di bidang Cukai sepanjang tahun 2025 Bea Cukai Langsa mencatat 79 penindakan, dengan barang hasil penindakan berupa 6.138.318 batang Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) yang tidak memenuhi ketentuan.

Total nilai penyelesaian perkara melalui mekanisme ultimum remedium (UR) mencapai Rp668.505.000,- dengan perkiraan nilai barang hasil penindakan ±Rp11,27 miliar dan potensi kerugian negara ±Rp7,54 miliar.

Penindakan Narkotika, Psikotropika, dan
Prekursor (NPP). Sepanjang tahun 2025, tercatat 18 penindakan NPP (SBP-N) dengan barang bukti berupa : Methamphetamine 853.564 gram, Kokain 2.923 gram, Ganja ±5.822 kilogram, dan MDMA 155.000 butir.
Penindakan NPP sepanjang tahun 2025 diperkirakan telah berkontribusi dalam mencegah potensi penyalahgunaan narkotika oleh ±1,16 miliar jiwa, serta menghasilkan estimasi penghematan potensi pengeluaran negara untuk rehabilitasi sebesar ±Rp1,87 triliun.

Penanganan Perkara dan Penyidikan. Sepanjang tahun 2025, Bea Cukai Langsa mencatat 6 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dengan 6 tersangka. Seluruh perkara kepabeanan dan cukai ditangani hingga tahap P-21, sementara perkara NPP diserahkan kepada Polres Aceh Tamiang, Polda Aceh, Mabes Polri, dan BNN. Selain itu, ditetapkan 49 Keputusan BDN–BMMN atas barang hasil penindakan.

Dijelaskannya lagi, peran Industrial Assistance melalui Pembinaan UMKM. 
Selain menjalankan fungsi penerimaan dan penegakan hukum di bidang kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Langsa juga turut berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekonomi di wilayah kerjanya. Melalui fungsi industrial assistance Bea Cukai Langsa melakukan pembinaan dan pendampingan terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat meningkatkan kapasitasnya dan mampu bersaing di pasar global.

Melalui pendekatan kolaboratif dan berorientasi pada solusi, Bea Cukai Langsa memberikan asistensi berupa edukasi regulasi, konsultasi teknis, serta fasilitasi akses informasi terkait peluang pemanfaatan fasilitas kepabeanan. Peran industrial assistance ini diharapkan dapat menciptakan iklim usaha yang kondusif, meningkatkan daya saing produk lokal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan Kemanusiaan diluar tugas utama kepabeanan dan cukai, Bea Cukai Langsa yang tergabung dalam Tim Bea Cukai Peduli juga menunjukkan kepedulian sosial melalui keterlibatan aktif dalam penanganan bencana banjir yang melanda Kota Langsa dan Kabupaten Aceh Tamiang pada akhir November hingga Desember 2025.

Sejak fase tanggap darurat, Bea Cukai Langsa melakukan koordinasi lintas instansi serta pemantauan lapangan untuk menentukan wilayah prioritas. Dalam mendukung distribusi bantuan, Bea Cukai mengerahkan Kapal Patroli BC 60001 dan BC 30001 untuk mengangkut ±19 ton bantuan logistik dari Pelabuhan Belawan menuju Aceh, termasuk kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat, serta 50 tenaga kesehatan dan relawan. Distribusi dilakukan melalui skema ship to ship transfer dan dilanjutkan penyaluran langsung ke posko-posko pengungsian dan desa terdampak secara door to door.

Bea Cukai Langsa juga terlibat dalam evakuasi warga terdampak, termasuk kelompok rentan, serta menyelenggarakan bakti sosial dan layanan kesehatan gratis bekerja sama dengan RSU Putri Bidadari Aceh, yang telah melayani 444 warga. Dalam rangka pemulihan pascabencana, Bea Cukai Langsa juga menyalurkan bantuan kepada UMKM binaan terdampak banjir guna mendukung pemulihan ekonomi lokal", ucapnya. 

Selain itu, Bea Cukai Langsa turut mendukung pemulihan jaringan komunikasi melalui koordinasi dan pendampingan dengan PT Telkom Indonesia, guna mempercepat pemulihan jaringan telekomunikasi dan internet di wilayah terdampak, yang sangat penting bagi kelancaran koordinasi dan aktivitas Masyarakat.

"Secara keseluruhan, kinerja Bea Cukai Langsa Tahun 2025 menunjukkan penguatan peran institusi secara menyeluruh, baik dalam optimalisasi penerimaan negara, penegakan hukum kepabeanan dan cukai yang profesional, maupun kehadiran nyata negara melalui aksi kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi. Ke depan, Bea Cukai Langsa akan terus memperkuat sinergi lintas instansi, meningkatkan pengawasan berbasis risiko, serta menjaga profesionalisme dan integritas aparatur demi mendukung penerimaan negara dan melindungi masyarakat secara berkelanjutan", pungkas Kepala KPPBC. 

(Junaidy)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image