Pasca Banjir Nyamuk Merajalela, Masyarakat Kota Langsa Minta Pemko Langsa Lakukan Fogging
0 menit baca
CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA.ACEH - Pasca banjir yang melanda khususnya di wilayah Pemerintahan Kota (Pemko) Langsa, menyqisakan puing-puing kesengsaraan bagi masyarakat luas (masyarakat Kota Langsa), yang merasakan debu berterbangan dikala panas menerpa bekas lumpur yang dibawa air banjir yang pastinya dapat mengakibatkan penyakit ISPA, selain itu juga membuat mata perih.
Belum lagi masalah debu hilang, kini masyarakat mengeluhkan permasalahan nyamuk yang mewabah baik siang maupun malam hari. Dikhawatirkan akan menularkan virus penyakit malaria dan Demam Berdarah Dengue (DBD).
Sebagaimana yang disampaikan kepada media ini oleh salah seorang warga Gampong Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa, Nedy Yunus (62), Kamis(11/02/2026)
"Lihatlah bang, paska banjir kemaren debu sangat menganggu kita, dan belum lagi masalah debu terselesaikan e e wabah nyamuk kini merajalela pula", tutur Nedy.
Ditambahkan Nedy Yunus lagi, kami sangat khawatir dan takut bila nyamuk meninggalkan virus penyakit bagi siapapun yang digigitnya, terutama virus malaria dan DBD.
Pada hari dan tanggal yang sama, hal dimaksud juga dikatakan seorang ibu rumah tangga, sebut saja namanya mbak Erni (42) warga Gampong Asan Peutek Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, ianya nya berharap Pemko Langsa dalam hal ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memperhatikan secara serius akan serangan nyamuk ini dengan alasan lebih baik mencegah daripada mengobati penyakit yang diakibatkan nyamuk. Ianya meminta agar instansi terkait melakukan penyemprotan Fogging pada setiap desa(gampong)
"Tolonglah bapak Walikota Langsa, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Puskesmas untuk disemprotkan asap (Fogging), kami takut keluarga saya dan warga lainnya terkena penyakit yang disebarkan nyamuk", pinta mbak Erni.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan (Plt. Kadiskes) Kota Langsa, Vivi Handayani, SKM, M.Kes saat dikonfirmasi via WA nya menjelaskan, Nyamuk pasca banjir meningkat akibat dari genangan air, tumpukan sampah, dan tempat lembab menjadi sarang ideal utk berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, pencegahan utama yang sebaiknya dilakukan adalah bersama2 bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar dengan 3M plus (menguras penampungan air, menutup tempat/wadah air, mendaur ulang barang bekas).
"Fogging dilakukan jika terjadi kasus DBD, karena fogging hanya efektif utk membunuh nyamuk dewasa sedangkan larva, telur dan jentik nyamuk tidak mati dgn asap fogging.
Fogging juga punya efek samping karena zat yg d gunakan adalah insektisida beracun, jika terpapar berlebihan juga berbahaya untuk pernapasan, mata dan kesehatan terutama bayi, ibu hamil dan lansia", sebut Vivi Handayani, SKM., M.Kes
(Junaidy)



