BREAKING NEWS

DPW FRCPN Aceh Desak Kapolda: Seluruh Gudang Bantuan Banjir Harus Diperiksa, Jangan Ada Permainan Oknum

CAMERAJURNALIS.COM, ACEH — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Fants Respon Counter Polri Nusantara (DPW FRCPN) Provinsi Aceh Agus Suriadi dengan tegas mendesak Kapolda Aceh agar seluruh gudang penampungan bantuan untuk masyarakat terdampak banjir di seluruh Aceh diperiksa tanpa terkecuali. Desakan ini muncul menyusul kuatnya dugaan adanya permainan segelintir oknum yang memanfaatkan bencana banjir di balik penderitaan rakyat Aceh.

Melalui pesan singkat WhatsApp yang diterima media ini, Selasa (13/1/2026), Ketua DPW Fants Respon counter polri Nusantara Aceh menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi masyarakat korban banjir hidrometeorologi yang masih kesulitan mendapatkan bantuan secara layak, sementara di sisi lain beredar informasi adanya penumpukan bantuan di gudang-gudang tertentu.

“Kami mendesak Kapolda Aceh untuk memeriksa seluruh gudang penampungan bantuan di Aceh. Jangan sampai ada oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang bermain di atas penderitaan masyarakat. Bencana bukan ladang bisnis dan bukan ajang memperkaya diri,” tegasnya.

Menurutnya, bencana banjir hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah Aceh telah menyebabkan penderitaan besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap bentuk penyimpangan, penahanan bantuan, penggelapan logistik, hingga praktik pilih kasih dalam distribusi harus ditindak tegas tanpa pandang bulu.

“Kalau terbukti ada permainan, tindak tegas tanpa kecuali. Proses hukum harus berjalan. Jangan ada yang kebal hukum hanya karena jabatan atau kedekatan,” tambahnya.
DPW Fanst Respon Counter Polri Nusantara Aceh menilai pengawasan internal dan penegakan hukum menjadi kunci agar bantuan benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan, bukan berhenti di gudang atau dialihkan untuk kepentingan tertentu.

Desakan ini ditujukan langsung kepada Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang resmi menjabat sejak 19 Agustus 2025. Kapolda Aceh diketahui merupakan lulusan Akpol 1991 dengan pengalaman panjang di bidang intelijen serta pernah menjabat sebagai Pati Bareskrim Polri dan Kepala BNNP Aceh.

“Kami percaya Kapolda Aceh mampu bersikap tegas dan transparan. Ini momentum membuktikan bahwa Polri hadir melindungi rakyat, terutama di saat rakyat sedang menderita akibat bencana,” pungkasnya.

Masyarakat Aceh kini menunggu langkah nyata aparat penegak hukum. Bencana adalah ujian kemanusiaan dan kejujuran, dan publik menuntut agar tidak ada satu pun pihak yang berani mempermainkan bantuan untuk korban banjir. 


(Junaidy)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image