BREAKING NEWS

Pelabuhan Kebanggaan Masyarakat Kota Langsa, Riwayatmu Kini "Hidup Segan Mati Sudah Pasti"

CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA.ACEH - Dahulu pada masanya, nama Pelabuhan Kota Langsa yang terletak di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa sangatlah terkenal sampai ke negara tetangga dan salah satu aset kebanggaan Kota Langsa (masa itu Aceh Timur). 

Kuala Langsa yang berdiri sejak Tahun 1910 oleh Pemerintah Kolonial Belanda, saat itu bernama Teluk Langsa berposisi 
strategis karena dekat dengan Selat Malaka sebelah Utara memudahkan akses ke negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
Sempat tidak aktif karena regulasi dan masalah pendangkalan. 

Setelah tidur panjang kemudian dibangkitkan kembali pada tahun 2023 tepatnya tanggal 7 Maret 2023 bertujuan peluncuran kembali untuk kegiatan ekspor-impor hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan (seperti sayur) tujuan
Malaysia (Lumut Port, Hutan Melintang) dan Thailand (Satun Port, Kantang Port), dengan harapan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru serta mempercepat pengiriman barang kebutuhan pokok ke Aceh, juga mengurangi biaya transportasi darat dari Sumut.

Namun sangat disayangkan, untuk membangkitkan kembali Pelabuhan Kuala Langsa dari tidur panjang itu tentunya dengan menghabiskan dana yang tidak sedikit, kini Pelabuhan Kuala Langsa kembali tertidur atau lebih pantasnya disebut "koma", ibarat panas-panas tai ayam. 
Apa mungkin karena ketidak profesionalnya atau tidak mampunya Pemerintah Kota Langsa dalam melobi pihak- pihak yang ada kaitannya dengan pelabuhan, juga tidak tahu cara melobi pihak  impor-ekspor. 

Fenomena ini akhir-akhir ini menjadi perbincangan dari berbagai elemen, salah satunya dari LSM Cakradonya yang menyoroti kinerja Pemerintah Kota Langsa (Walikota) seakan tidak mau tahu akan riwayat dan history Pelabuhan Kuala Langsa tersebut. "Jangan-jangan Pemko Langsa sengaja mempertontonkan ketidak mampuannya  ?". 

"Kami harapkan Pemerintah Kota Langsa dibawah kekuasaan Jeffry Sentana S Putra dan Muhammad Haikal  Alfisyahrin agar benar-benar serius untuk mengaktifkan kembali Pelabuhan Kuala Langsa dan dikelola dengan sebaik mungkin", tegas Ketua LSM Cakradonya, Helmy, Kamis 16 January 2026 di Lokasi Pelabuhan Kuala Langsa. 

Dikatakannya lagi, Kuala Langsa adalah aset besar bagi Pemko Langsa, maka dengan diaktifkannya kembali akan menambah inkam PAD Kota Langsa juga dapat menampung tenaga kerja (mengatasi pengangguran) demi perekonomian masyarakat, dikarenakan tidak adanya perusahaaan seperti pabrik, tambang dan lapangan kerja lainnya. 

Di lokasi yang sama masyarakat sekitar lokasi Pelabuhan, Nedy menimpali "Pelabuhan Kuala Langsa bukan saja mati suri melainkan Hidup Segan Mati Sudah Pasti", ketusnya dengan nada pesimis. 

Untuk keseimbangan berita awak media mencoba konfirmasi Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Langsa, Nazaruddin, SE untuk mempertanyakan sebab-sebab dan tindakan apa kedepannya yang diwacanakan Pemerintah Kota Langsa dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Langsa. 

"Kami dari Dinas Perhubungan telah mecanangkan bahkan memprogramkan permasalahan Pelabuhan Kuala Langsa, dan bapak Walikota pada dasarnya sangat mendukung sekali namun kendala kita saat ini masalah pendanaan disamping kendala lainnya", jelas Nazaruddin Plt. Kadis Perhubungan Kota Langsa. 


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image