BREAKING NEWS

Sidang Lapen Sampang Mengemuka, Keterangan Saksi Soal Aliran Dana Jadi Sorotan

CAMERAJURNALIS.COM, SURABAYA – Fakta baru terungkap dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi proyek Lapen Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari sumber anggaran DID II Tahun Anggaran 2020 Kabupaten Sampang. Sejumlah saksi dari pihak swasta menyampaikan keterangan bahwa mereka pernah menyerahkan sejumlah uang kepada terdakwa Slamet Iwan Supriyanto alias Yayan.

Sidang keenam yang digelar Rabu (04/03/2026) sore di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jawa Timur menghadirkan 10 saksi pelaksana proyek, yakni H Puridin, Basrohil, H Marzuki, Abd Somad, Sukirno, H Nor Hasan, H Darwis, Moh Jalil, Holid, dan Bahrahim. Namun, tiga saksi yaitu Basrohil, H Nor Hasan, dan Bahrahim tidak hadir tanpa keterangan.

Dalam persidangan, beberapa saksi menyampaikan bahwa proses pengaturan proyek, penyiapan perusahaan pelaksana, hingga tahapan pencairan dana pekerjaan disebut berkaitan dengan terdakwa Yayan. Keterangan tersebut disampaikan para saksi di hadapan majelis hakim sebagai bagian dari proses pembuktian di persidangan.

Salah satu saksi, H Darwis, menerangkan bahwa setelah berkomunikasi dengan terdakwa Yayan, dirinya diarahkan untuk menemui terdakwa Hasan Mustofa di Kantor PUPR Sampang terkait proyek Lapen di Desa Somber, Kecamatan Tambelangan.

“Saya menerima uangnya dalam tiga kali pencairan dari saudara Yayan, bertemu di rumahnya. Kalau tidak salah jumlahnya sekitar Rp856 juta,” ujar mantan Kepala Desa Somber tersebut saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Masih dalam kesaksiannya di bawah sumpah, H Darwis juga menyebut adanya sejumlah biaya yang dikeluarkan dalam proses pekerjaan, antara lain biaya dokumen penawaran Rp5 juta, kontrak Rp12 juta, sewa CV sebesar 2,5 persen atau sekitar Rp22,5 juta, laporan akhir Rp15 juta, serta dua kali pengajuan masing-masing Rp10 juta saat proses pencairan.

Keterangan para saksi tersebut menjadi bagian dari fakta persidangan yang sedang diuji oleh majelis hakim dalam perkara proyek Lapen PEN DID II Kabupaten Sampang Tahun 2020.

Namun demikian, pada akhir persidangan terdakwa Slamet Iwan Supriyanto alias Yayan membantah seluruh keterangan yang disampaikan para saksi.

“Maaf Yang Mulia, semua yang disampaikan para saksi tidak benar,” ujar terdakwa di ruang sidang.

Sidang perkara ini akan kembali dilanjutkan untuk mendalami keterangan para saksi serta memberikan kesempatan kepada para terdakwa menyampaikan pembelaan. Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan penggunaan anggaran program pemulihan ekonomi nasional yang ditujukan bagi kepentingan masyarakat.

(Rifai)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image