Sekda Kota Langsa Tinjau Pasar Langsa Pasca Pembongkaran Lapak Liar
0 menit baca
CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Langsa, Dra. Suhartini M.Pd meninjau Pasar Langsa pasca pembongkaran Lapak Liar, Kamis (05/02/2026).
Saat meninjau pusat pasar (pasar induk) Sekda Langsa didampingi Plt. Kadis Perindagkop Haris Gusnally, Plt. Kadis Perhubungan Nazaruddin dan Sekretaris Satpol PP Muhammad Tarmizi serta dikawal personel Satpol PP.
Sekda Kota Langsa, Dra. Suhartini, M. Pd menyampaikan bahwa aktivitas para pedagang dipasar induk Kota Langsa sudah berjalan normal,
“Aktivitas pasar berjalan nornal seperti biasa. Tidak terlihat lagi pedagang yang berjualan tanpa izin dan ditenpat yang tidak semestinya,” ucap Dra. Suhartini.
Ia menjelaskan, peninjauan ini dilakukan karena beberapa hari ini Satpol PP Kota Langsa bersama pihak terkait lainnya terus melakukan penertiban pedagang di badan jalan.
” Parit ini harus dilakukan normalisasi, agar parit yang tersumbat bisa normal kembali, jadi pajak yang harus diutamakan, selain Jalan-jalan besar sudah di keruk sebagian, pajak harus segera diutamakan dan terlihat parit paritnya sudah banyak yang kesumbat,” sebutnya Dra. Suhartini, M. Pd.
Sekda menambahkan, peninjauan ini dilakukan karena beberapa hari ini Satpol PP Kota Langsa bersama pihak terkait lainnya terus melakukan penertiban pedagang di badan jalan.
Adapun peninjauan oleh Sekda Kota Langsa dan rombongan dimulai dari jalan samping Mesjid Raya sampai dengan depan Vihara Kota Langsa.
Sekda Kota Langsa terlihat terkejut karena saat di depan Vihara melihat genangan air dari pajak ayam disamping Vihara dan juga di dalam parit banyak belatung sehingga meminta pihak terkait agar parit tersebut harus dilakukan normalisasi, agar yang tersumbat bisa normal kembali.
“Jadi pajak harus diutamakan karena paritnya sudah banyak yang kesumbat, selain jalan-jalan besar yang sudah di keruk sebagian,” terangnya.
Kemudian disampaikan, bahwa sisa sampah dan lumpur pasca banjir kemarin masih mengendap sendimennya, sehingga membuat parit-parit di pasar jadi dangkal dan belum dibersihkan.
Parit ini harus dilakukan normalisasi, agar parit yang tersumbat bisa normal kembali, jadi pajak yang harus diutamakan, selain Jalan-jalan besar sudah di keruk sebagian, pajak harus segera diutamakan dan terlihat parit paritnya sudah banyak yang kesumbat,” sebutnya Dra. Suhartini, M. Pd.
Lanjut Suhartini, “Kita himbau kepada pedagang, khususnya tempat pemotongan ayam agar limbahnya tidak menggenangi jalan dan parit, karena akan dipenuhi ulat belatung dan beraroma busuk. Ini sangat mengganggu penciuman,” ungkap Suhartini.
Terakhir Sekda Kota Langsa tidak lupa memberikan apresiasi kepada para pedagang tentang kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.
Sekda juga memberikan apresiasi kepada para pedagang tentang kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya,
"Yang jadi masalah pajak ayam yang mana sisa limbah atau bulu ayam dibuang kedalam parit, sehingga menyebabkan parit tersumbat dan banyak ulat belatung didalam parit", keluh Dra. Suhartini, M. Pd.
(Junaidy)



