Categorised Posts

Syech Wan : Aceh Darurat Moral, Desak Kebijakan Strategis Pulihkan Karakter Generasi Muda Menuju Aceh Bermartabat

CAMERAJURNALIS.COM‎​, BANDA ACEH – Sekretaris Bersama (SEKBER) Aceh, Irwan Syahputra, yang akrab disapa Syech Wan, melontarkan peringatan keras terkait masa depan peradaban Bumi Serambi Mekkah. 
Dalam pertemuan strategis dengan Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Zahrol Fajri, S.Ag., M.H., Syech Wan menyoroti dua ancaman kembar yang tengah menggerogoti Aceh: infiltrasi aliran sesat dan runtuhnya adab generasi muda.
‎​Mengembalikan Marwah: Sinergi Kebijakan Pemerintah dan Pengalaman
‎​Syech Wan menegaskan bahwa penanganan krisis ini memerlukan figur yang tidak hanya paham regulasi, tetapi juga akar sosiologis masyarakat. Ia menilai Zahrol Fajri—dengan rekam jejak sebagai mantan Kepala Dinas Syariat Islam dan Kepala Badan Dayah Aceh—adalah sosok kunci dalam merumuskan strategi penyelematan moralitas publik.
‎​"Kita tidak boleh lagi hanya berwacana. Aceh butuh langkah konkret untuk mengembalikan jati diri masyarakat muslim yang kaffah. Identitas kita sebagai bangsa yang santun dan berbudi luhur kini sedang dipertaruhkan," ujar Syech Wan dalam keterangannya, Senin (30/03/2026).
‎​Filosofi Adab: Melawan Keangkuhan Intelektual
‎​Dalam diskusi mendalam tersebut, prinsip "Al-Adabu Fauqal 'Ilmi" (Adab di Atas Ilmu) menjadi poros utama pembicaraan. Syech Wan menyayangkan tren pendidikan saat ini yang terkadang hanya mengejar kecerdasan kognitif namun mengabaikan kemuliaan akhlak.
‎​Benteng Keluarga: Perbaikan moral disebut harus kembali ke "titik nol", yakni keluarga. 
Syech Wan mendorong orang tua untuk menghidupkan kembali pola asuh Indatu yang menitikberatkan pada iman dan karakter.
‎​Analogi Syaitan: Ia memberikan perumpamaan tajam mengenai bahaya ilmu tanpa adab. "Syaitan itu cerdas dan berilmu tinggi, namun ia terkutuk karena kesombongannya. Di era digital ini, keangkuhan intelektual tanpa pondasi iman menjadi pintu masuk yang paling lebar bagi aliran sesat," tegasnya.
‎​Potret Buram Ruang Publik dan Media Sosial
‎​Syech Wan juga menyinggung realitas sosial yang memprihatinkan di warung-warung kopi dan jagat maya. Ia menyoroti fenomena generasi muda yang larut dalam permainan daring (game) hingga kehilangan kendali tutur kata.
‎​"Realitas di lapangan sangat pahit. Di warung kopi hingga media sosial, kita melihat bahasa yang tidak bermoral bebas diucapkan tanpa rasa sungkan terhadap lingkungan sekitar. Jika akidah rusak dan akhlak hancur, maka runtuhlah nasib bangsa ini," tambahnya dengan nada prihatin.
‎​Desakan Kebijakan: Menuju Aceh Bermartabat
‎​Sebagai langkah solutif, Syech Wan mendesak Pemerintah Aceh beserta instansi terkait untuk segera melahirkan kebijakan makro yang strategis. Kebijakan ini diharapkan selaras dengan visi-misi Mualem-Dek Fadh dalam membangun fondasi Aceh Bermartabat.
‎​"Intervensi pemerintah adalah keharusan. Kita sedang mempertaruhkan masa depan Aceh. Jangan sampai identitas keislaman kita luntur total sebelum kita sempat bertindak. Rekonstruksi moral harus dimulai sekarang!" tutup Syech Wan.

(Junaidy)
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image