Dasyaaat !! Pengaspalan Jalan Negara Dibawah Guyuran Hujan
0 menit baca
CAMERAJURNALIS.COM, ACEH TIMUR. ACEH - Proyek pengaspalan jalan negara (jalan lintas) Banda Aceh - Medan tepatnya di Gampong Birem Keude Kecamatan Birem Bayeun, Kabupaten Aceh Timur terus berjalan meskipun hujan mengguyur, Sabtu (14/03/2026).
Pantauan media ini, para pekerja tetap melakukan pekerjaan pengaspalan meskipun hujan lebat tanpa menghiraukan efek kualitas dan mutu. Padahal pengaspalan jalan saat hujan akan merusak ikatan aspal, menyebabkan pengelupasan, serta membuat jalan cepat berlubang. "Air hujan menurunkan suhu aspal panas (hotmix) dan mencegah pemadatan yang sempurna. Pengerjaan saat hujan menyalahi prosedur"
Secara umum aspal tidak dapat dipasang saat hujan. Hal ini karena campuran aspal mengandung minyak, dan minyak serta air bereaksi saat bersentuhan dalam hal ini akan bereaksi secara negatif.
Saat hujan mengenai aspal baru, minyak akan naik ke permukaan, yang akan mempengaruhi waktu pengerasan dan hasil akhir. Jika aspal diaspal saat hujan, kualitas aspal secara keseluruhan dapat menurun.
Ironisnya, pekerja tetap menggelar dan menghamparkan aspal diatas permukaan jalan yang sedang basah akibat hujan. Dalam pada itu, aspal lama yang akan diaspal kembali itu juga tidak dikeruk atau dikupas sehingga dipastikan tidak akan bertahan lama.
Yang anehnya, pekerjaan pengaspalan yang tersebut perusahaan (PT.WIKA).
Selain pengaspalan yang dilakukan saat hujan, juga tidak adanya papan informasi atau plang proyek sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran proyek dan berasal dari mana proyek tersebut.
Salah seorang pengguna jalan dan warga setempat, berinisial Abu Is kepada awak Media ini mengatakan, "Tengoklah bang kerjaaan pengaspalan ini seperti asa-asalan saja. Masak dalam cuaca hujanpun jalan tetap dikerjakan, kita tidak mau 6 bulan atau setahun sekali jalan ini harus diaspal ? Dikuatirkan mutu dan kualitasnya tidak sesuai diharapkan, Ini kan pakai uang negara yang juga yang rakyat", Abu Is dengan nada kesal.
Di lokasi tersebut, awak Media ini menanyakan kepada yang mengaku perwakilan kontraktor PT. WIKA (namanya tidak bersedia disebutkan) dijelaskannya, bahwa hujan seperti gerimis ini tidak masalah dalam pengaspalan jalan (padahal awak media ini lihat dan diambill dari pengakuan warga setempat hujan agak lebat pada saat itu).
Selain itu dikatakan, "sayangkan aspal yang diatas truk kalau tidak diturunkan segera, takutnya akan mengeras", ucap perwakilan kontraktor.
Ia berdalih bahwa saat hujan turun, pihaknya selalu berhenti dalam pengerjaan tersebut, akan tetapi hal tersebut berbanding terbalik dengan dilapangan, pihaknya tetap melakukan pengaspalan saat hujan turun.
Ironisnya, pekerja tetap menggelar dan menghamparkan aspal diatas permukaan jalan yang sedang basah akibat hujan.
Selain pengaspalan yang dilakukan saat hujan, juga tidak adanya papan informasi atau plang proyek sehingga masyarakat tidak mengetahui berapa anggaran proyek dan berasal dari mana proyek tersebut.
(Junaidy : Kaperwil Aceh)



