Kondisi Jenazah Tuai Pertanyaan, Keluarga WLG Desak Pengungkapan Fakta Tanpa Konflik Kepentingan
CAMERAJURNALIS.COM, MEDAN – Kematian Winda Lorenza Gowasa (WLG), mantan istri Brigadir IH yang bertugas sebagai penyidik Unit Reskrim Polsek Sunggal, terus menjadi sorotan. Pihak keluarga menilai terdapat banyak kejanggalan yang belum terjawab, sehingga mempertanyakan kesimpulan awal yang menyebut korban diduga bunuh diri.
Tangis histeris ibu korban pecah saat jenazah dipulangkan ke rumah duka usai menjalani autopsi di RS Bhayangkara Medan. Di hadapan jasad putrinya, ia memohon keadilan kepada Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, dan Kapolri agar kematian anaknya diusut secara transparan.
"Bunuh diri atau dibunuh? Bantu aku Pak Kapolri, bantu bapak dewan, bapak DPR, bantu aku Pak Gibran," teriak ibu korban sambil memeluk jenazah putrinya. Kamis (6/8/2026)
Menurut keluarga, dugaan kejanggalan semakin menguat setelah melihat kondisi jenazah yang disebut terdapat lebam di beberapa bagian tubuh. Selain itu, video yang beredar usai autopsi memperlihatkan bekas jahitan pada bagian leher dan perut serta kondisi kepala yang mengalami luka tembak. Keluarga meminta seluruh hasil autopsi dan pemeriksaan forensik dibuka secara transparan kepada publik.
Di sisi lain, Kapolrestabes Medan, , menyatakan bahwa hasil autopsi menunjukkan satu luka tembak fatal di bagian kepala dan menyebut dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api jenis revolver milik Brigadir IH.
Pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan dari keluarga. Mereka menilai kesimpulan dugaan bunuh diri disampaikan terlalu cepat, sementara sejumlah hal yang dianggap janggal menurut mereka belum dijelaskan secara rinci kepada publik.
Keluarga berharap Mabes Polri dan Divisi Propam Polri turun tangan melakukan supervisi agar penanganan perkara berlangsung independen, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan. Menurut keluarga, langkah tersebut penting untuk menghilangkan keraguan publik mengingat pemilik senjata api merupakan anggota Polri.
Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat. Keluarga menegaskan mereka akan terus memperjuangkan pengungkapan fakta yang sebenarnya dan meminta seluruh proses penyelidikan dilakukan secara terbuka sehingga tidak menimbulkan anggapan adanya perlakuan istimewa terhadap siapa pun.
