Ust. Fariz Al Hamidi, S.H., M.H., Isi Pengajian Rutin di BTN ABRI Geudubang Aceh
CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA.ACEH - Sebagaimana biasanya pada setiap minggu ibu-ibu Dusun/Komplek BTN ABRI melaksanakan pengajian rutin secara bergiliran dari satu rumah kerah lainnya, dan pada hari ini, Sabtu(11/07/2026) dikediaman ibu Nurijah Hayati di BTN ABRI Gampong Geudubang Aceh Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa.
Untuk mengisi pengajian rutin tersebut ibu-ibu pengajian mendatangkan Ustadz Fariz Al Hamidi, SH, MH dari Gampong setempat (Geudubang Aceh) yang mana ianya adalah Alumni Madrasah Alumul Qur'an (MUQ) Langsa dan melanjutkan S1 dan S2 di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.
Terlihat begitu antusiasnya puluhan ibu-ibu BTN ABRI dalam menghadiri helatan pengajian dimaksud, hal tersebut terlihat dari ketekunan, keseriusan saat mendengar, menyimak, dan menghayati siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Fariz Al Hamidi.
Ustadz Fariz Al Hamid dalam tausyiahnya yang bertemakan "Menjaga Ukhuwah Islamiah dan Persaudaraan Sesama Masyarakat". Pada awal mukadimahnya terlebih dahulu meriwayatkan tentang keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam beribadah dan ketaatan beliau kepada Allah SWT, dan ikatan persaudaraan beliau dengan sesama.
Selanjutnya Ustadz Farid Al Mahdi memaparkan tentang boleh - tidaknya atau haram - halalnya bersentuhan antara laki-laki dan wanita yang bukan Mahram.
"Mahram adalah orang-orang yang haram untuk dinikahi selamanya karena adanya hubungan nasab (keturunan), persusuan, atau pernikahan. Berinteraksi dengan mahram memberikan kelonggaran dalam hal batasan aurat dan berdua-duaan (khalwat), serta sentuhan tidak membatalkan wudhu", ulasnya.
Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan ditutup dengan do'a.
Sewaktu acara pengajian telah selesai ada hal lucu yang terdengar ditelinga awak media ini.
Ceritanya, ketika awak media ini akan beranjak pulang dari peliputan pengajian diatas tanpa sengaja awak media ini mendengar celoteh (omongan) sekumpulan ibu-ibu yang hadir dipengajian, antaranya
"Kalau kita lihat sosok dan menyimak dari tausyiah dan penjelasan Ustadz Fariz tadi, beliau disamping pantas jadi ulama cocok juga menjabat sebagai Geuchik (Kepala Desa) di Gampong Geudubang Aceh ini. Biar desa kita ini lebih baik dalam syariat Islam, lebih Islami, lebih Transparan, dan lebih maju"
Lihatlah buk (katanya pada ibu-ibu lainnya), sosoknya masih muda enerjik, sopan, mapan, pintar dalam agama, berpendidikan dan punya wawasan yang baik. "Bagaimana menurut ibu-ibu?", tanyanya pada ibu-ibu itu lagi.
Terlihat ibu-ibu lainnya mengamini seraya mengangguk angguk.
Mengapa dikatakan lucu?. Karena dipengajianpun mereka (ibu-ibu) masih sempat memikirkan sosok Kepala Desa/Geuchik.
Apakah hal itu pertanda mereka sangat mengidam-idamkan pemimpin desa yang khatismatik, Islami dan bertanggungjawab?
(Junaidy)
