BREAKING NEWS

Terkait Bantuan Sapi Meugang Dari Presiden, Ini Penjelasannya

CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA.ACEH - Terkait bantuan Sapi (lembu) dari Presiden Republik Indonesia untuk Meugang bulan puasa Ramadhan 2447 H - 2026 M bagi masyarakat Wilayah terdampak pasca bencana banjir hidrometeorologi khususnya di Kota Langsa, 

Kepala Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (DPPKP) Kota Langsa, Ernie Yanti, S.STP., MSP melalui pesan WassApp nya, Minggu(08/03/2026) kepada media ini menjelaskan, bahwa pelaksanaan program berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri Nomor 400.6/848/SJ Tanggal 12 Februari 2026 Tentang Penggunaan Bantuan Presiden Untuk Meugang Menjelang Bulan Ramadhan Tahun 2026.
Dalam surat tersebut ditegaskan bahwa bantuan Presiden Republik Indonesia untuk Meugang tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk daging sapi lokal yang disalurkan kepada masyarakat. 

"Penganggaran bantuan ini dicatat sebagai hibah Pemerintah Pusat dalam pendapatan daerah dan penanganannya melalui belanja barang/jasa untuk diserahkan kepada masyarakat. Seluruh proses telah kami laksanakan sesuai mekanisme yang berlaku. Mulai dari perencanaan, penganggaran, hingga distribusi", sebut Ernie Yanti. 

Program Presiden RI yaitu bantuan sapi lokal untuk daging Meugang bagi masyarakat wilayah pasca bencana hidrometeorologi juga dilaksanakan di Kota Langsa. Dalam hal ini Walikota Langsa menambahkan alokasi anggaran guna penerimaan merata pada seluruh Gampong di Kota Langsa dengan memberikan syarat memprioritaskan kaum dhuafa. 

Sebagai titik kumpul dipusatkan dihalaman kantor Camat Langsa Timur untuk pendistribusian selanjutnya ke seluruh Gampong di Kota Langsa.

Penyaluran pada hari Meugang terlaksana dengan tepat waktu di Gampong yang selanjutnya di olah menjadi tumpukan daging disalurkan kepada Masyarakat. 

Saat awak media ini menyinggung pihak ketiga dalam pengadaan sapi, dikatakannya "Benar ada pihak ketiga yang sesuai spesifikasi dan pernah melakukan pengadaan bantuan lembu tahun sebelumnya Pak", tutur Ernie Yanti dalam Chatnya tersebut. 

Tambah Kepala DPPKP, kami melaksanakan dengan pihak ketiga dengan anggaran juga dialokasikan untuk ongkos pemotongan sapi swakelola untuk pengadaan sapi oleh pihak ketiga dan dalam kontrak spesifikasi lembu lokal untuk bantuan daging Meugang disesuaikan dengan peruntukan anggaran nya.

Karena keterbatasan jumlah sapi untuk 5 Kecamatan, maka setiap Gampong mendapat satu ekor sapi kecuali gampong yang padat penduduknya. Adapun gampong padat penduduknya dan mendapat 2 ekor antaranya Gampong Paya Bujok Seulemak, Paya Bujok Teungoh, Gampong Jawa, Paya Bujok Tunong, dan Matang Seulimeng. 

Menyinggung permasalahan ukuran besarnya sapi tidak sesuai dengan harga, ianya mempersilahkan tanya langsung kepada pihak ketiga. 

Pihak ketiga CV. XXXXXX, Wahyu saat dikonfirmasi menjelaskan,. "Dari sejak perencanaan hingga berlanjut pada penyaluran kemasyarakat kami sudah lakukan sesuai prosedur. Kami telah menjalankan sebagaimana ketentuan yang telah disepakati dengan Pemko Langsa", ujar Wahyu. 

Rumor yang berkembang di masyarakat yang mengatakan pembelian sapi ada indikasi Mark Up atau korupsi itu tidak benar. Agar tidak ada asumsi yang negatif pada masyarakat perlu kami jelaskan, bahwa pasca banjir di Aceh persediaan ternak sapi tidak ada, karena banyak yang hanyut atau mati jadi pengadaan sapi sebanyak 71 ekor sebagaimana yang dibutuhkan terpaksa mencari diluar daerah yakni di umatera Utara, dan buka kita saja yang mencari sapi disana tapi hampir seluruh Kabupaten/Kota di Aceh yang terdampak banjir mencari sapi ke Sumatera Utara. 

Wahyu menambahkan, pada pembelian di daerah Sumatera Utara berlaku sistem Cong (borong) baik itu ukuran sapinya besar maupun kecil dengan harga ditentukan oleh pemilik sapi tersebut, tidak ada tawar menawar. Mungkin mereka berpendapat berapapun harganya pembeli dari Aceh akan tetap membelinya "silahkan beli, kalau tidak masih ada lagi pembeli lainnya", meniru ucapan pemilik/penjual sapi. 

"Belum lagi kami terbeban dengan ongkos muat (naikkan sapi) ke truk dan ongkos truk. Jadi mengingat waktu sangat mepet mau tidak mau kami beli juga sapi itu", papar Wahyu. 

(Junaidy)
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image