"Menanti Sebuah ASA" : Korban Banjir Langsa Akan Gelar Aksi Demo Jadup Ke- lll
CAMERAJURNALIS.COM, KOTA LANGSA.ACEH— Di tengah kehidupan yang belum sepenuhnya pulih (paskabanjir hidrometeorologi), yang meliputi banjir bandang, banjir besar/luapan sungai, longsor dan dipicu oleh cuaca ekstrem serta fenomena siklon tropis di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Khususnya di Kota Langsa Provinsi Aceh, sebagian masyarakat yang belum mendapatkan bantuan Jadup, Perbaikan ekonomi, dan Perabot telah menunggu selama berbulan-bulan bahkan hampir setahun dalam penantian alias menanti sebuah "ASA". Akibat ketidak adanya kepastian dan titik terangnya, kini berubah menjadi kegelisahan berkepanjangan mendera hingga pada akhirnya mencapai klimaks apa yang disebut "Batas Kesabaran". Oleh karenanya para korban banjir maupun terdampak banjir yang tergabung maupun tidak tergabung dalam group Forum Korban Banjir (FKB) Langsa telah membulatkan tekat menyuarakan tuntutan dengan menggelar aksi damai Demontrasi kelanjutan yang disebut Aksi Demo Jadup ke- lll untuk menyuarakan tuntutan
Menurut Koordinator aksi, Jantana Pratana Putra atau lebih dikenal dengan sebutan Jantana, aksi tersebut rencananya digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, dengan lokasi aksi di Kantor Wali Kota Langsa dan Pendopo Langsa.
Disebutkan Jantana, aksi demo ini adalah imbas dari ketidak pastian.
pihak terkait dalam hal penyaluran bantuan belum memberikan hasil sebagaimana yang diharapkan masyarakat.
“Setiap rapat koordinasi selalu ada pembicaraan namun, apa yang disampaikan belum sepenuhnya sesuai dengan apa yang diterima masyarakat di lapangan. Kondisi ini membuat masyarakat merasa seolah-olah terus diminta menunggu,” ujar Jantana, Selasa (25/08/2026), dikediamannya.
Ia menegaskan, aksi tersebut bukan semata-mata persoalan turun ke jalan, melainkan bentuk ungkapan kegelisahan masyarakat yang sudah terlalu lama menantikan hak dan bantuan untuk memulihkan kehidupan mereka setelah bencana.
Bagi sebagian korban banjir, waktu yang terus berjalan bukan berarti persoalan ikut selesai. Ada keluarga yang masih berusaha memperbaiki rumah, memenuhi kebutuhan sehari-hari, dan bangkit dari dampak bencana yang terjadi hampir hitungan setahun ini.
Atas desakan masyarakat, Jantana bersama Korban Banjir Langsa (KBL) kemudian kembali mempersiapkan aksi untuk ketiga kalinya.
Dalam aksi tersebut, terdapat tiga tuntutan utama, yaitu :
1. Segera salurkan bantuan banjir tahap III.
2. Selesaikan termin II (Jadup) yang belum terselesaikan.
3. Permudah proses bantuan rehabilitasi rumah bagi korban banjir.
Sebelum bergerak menuju lokasi aksi, masyarakat yang tergabung dalam KBL akan melakukan titik kumpul di Simpang Universitas Samudra (UNSAM) Langsa pada pukul 13.15 WIB.
"Menariknya, persiapan aksi ini dilakukan secara mandiri melalui donasi seikhlasnya dari para korban banjir dan masyarakat yang peduli, tanpa adanya paksaan".ujar Koordinator Aksi Jadup ke- lll itu.
Hal tersebut menjadi gambaran bahwa perjuangan para korban banjir bukan sekadar persoalan tuntutan, tetapi juga tentang bagaimana mereka saling menguatkan ketika merasa belum mendapatkan kepastian.
Mereka berharap aksi ketiga ini dapat menjadi momentum bagi pemerintah dan pihak terkait untuk benar-benar mendengarkan suara masyarakat serta memberikan kepastian mengenai penyaluran bantuan.
Lanjut Jantana, telah sekian lama telah berlalu sejak banjir melanda. Namun bagi sebagian korban, luka dan kebutuhan akibat bencana itu masih belum selesai. Kini mereka kembali turun ke jalan, bukan karena ingin membuat keributan, tetapi karena mereka merasa sudah terlalu lama menunggu.
Masyarakat berharap tuntutan tersebut dapat dijawab dengan tindakan nyata, sehingga tidak ada lagi korban banjir yang harus terus bertanya: “Sampai kapan kami harus menunggu?”, Pungkas Jantana.
(Junaidy)
