Libatkan Peserta Magang dan Mahasiswa PPL, Lapas Watampone Laksanakan Asesmen terhadap 140 Narapidana
CAMERAJURNALIS.COM, WATAMPONE - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Watampone melaksanakan kegiatan asesmen terhadap 140 narapidana dengan melibatkan pegawai klinik, peserta magang, dan mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kamis (22/10).
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi, kebutuhan, minat, bakat, serta potensi narapidana sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan program pembinaan dan kegiatan kerja yang sesuai.
Dalam pelaksanaannya, asesmen tidak hanya dilakukan melalui pemeriksaan fisik berupa pengukuran berat badan, tinggi badan, serta tekanan darah atau tensi, tetapi juga mencakup pengisian formulir asesmen yang meliputi skrining awal, verifikasi status penggunaan narkotika, penilaian kesiapan fisik dan mental, serta identifikasi risiko dan stabilitas.
Selain itu, asesmen juga mencakup penilaian minat, bakat, motivasi, dan sikap kerja narapidana. Seluruh hasil penilaian kemudian direkapitulasi dalam bentuk skor dan keputusan untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi, kemampuan, serta kesiapan masing-masing narapidana dalam mengikuti program pembinaan.
Pelaksanaan asesmen ini bertujuan untuk membantu petugas memetakan kebutuhan dan potensi narapidana secara lebih terukur, sehingga program pembinaan dan kegiatan kerja dapat disesuaikan dengan kemampuan, minat, bakat, serta kondisi fisik dan mental mereka. Dengan demikian, pelaksanaan pembinaan diharapkan dapat berlangsung lebih terarah, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing narapidana.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh pegawai klinik dengan melibatkan peserta magang dan mahasiswa PPL yang turut membantu proses pengumpulan data dan pelaksanaan asesmen sesuai dengan arahan petugas. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi sarana pembelajaran praktik secara langsung bagi peserta magang dan mahasiswa PPL untuk memperoleh pengalaman serta memahami pelaksanaan kegiatan di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Watampone, Rahnianto, menyampaikan bahwa asesmen merupakan salah satu langkah penting untuk memperoleh data yang komprehensif mengenai narapidana sebagai bahan pertimbangan dalam pelaksanaan pembinaan.
“Melalui asesmen ini, diharapkan dapat diketahui kondisi, kebutuhan, serta potensi masing-masing narapidana sehingga program pembinaan dan kegiatan kerja yang diberikan dapat lebih tepat sasaran. Keterlibatan peserta magang dan mahasiswa PPL juga menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman praktik secara langsung di lingkungan pemasyarakatan,” ujar Rahnianto.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Watampone terus berupaya mengoptimalkan pelaksanaan pembinaan dengan mengedepankan pendekatan yang terarah dan sesuai dengan kebutuhan narapidana. Hasil asesmen diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mendukung pengembangan keterampilan, peningkatan motivasi, serta kesiapan narapidana untuk mengikuti program pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Dengan melibatkan peserta magang dan mahasiswa PPL, Lapas Watampone juga mendukung pengembangan kompetensi melalui pengalaman praktik langsung sekaligus mendorong pelaksanaan kegiatan pemasyarakatan yang terukur dan berkelanjutan.
