LSM BLJ Bantah Pernyataan PANGDAM Aceh: "Pernyataan Menembak Rakyat Dengan Peluru Karet Tidak Sesuai Fakta"
CAMERAJURNALIS.COM, SIGLI. ACEH — Selaku Pendiri Lembaga Swadaya Masyarakat Bungong Lam Jaroe (LSM BLJ), secara tegas membantah pernyataan Pangdam Aceh terkait insiden penembakan warga sipil di Tiro, Kabupaten Pidie pada 04 November 2026 yang lalu.
Ia mempertanyakan kebenaran informasi yang disampaikan pihak militer dan melampirkan bukti foto yang didapat langsung dari warga setempat.
"Jangan bilang TNI hanya menembak rakyat Aceh dengan peluru karet. Coba lihat foto di yang ada ini, foto yang diperoleh warga Tiro, Sigli, dan didokumentasikan oleh jurnalis Sinarpidie. Itu adalah satu bukti nyata, apa maksudnya semua ini?" papar pendiri LSM BLJ Zulfadli, Jum'at(06/11/2026.
Zulfadli secara tegas menyatakan, "TNI Jangan Hanya Jago Kandang"
Dalam pernyataannya yang tajam, Zulfadli menyampaikan kekecewaan mendalam atas sikap oknum aparat yang menurutnya lebih berani terhadap rakyat sendiri dibanding pihak lain.
"Jujur saya melihat oknum aparat TNI kita beraninya sama rakyatnya sendiri, tapi kalau berhadapan dengan pihak lain justru diam saja. Jadi janganlah TNI kita ini hanya jago kandang. Terkadang seolah-olah bekerja tanpa menggunakan akal sehat. Ketika dikatakan pelanggaran HAM, selalu menolaknya, namun tindakan yang dilakukan tidak lagi manusiawi."
Ia juga menyoroti pendekatan yang menurutnya kurang tepat dilakukan oleh komandan di lapangan.
"Seharusnya para komandan TNI lebih mendekati para ulama Aceh, menggunakan jalur komunikasi yang terbuka, agar kita sama-sama merasakan kedamaian. Jujur, selama ini saya melihat pendekatan yang dilakukan justru terasa gagal. Masalah diselesaikan dengan masalah lain — bukan dengan solusi. Inilah yang saya saksikan sejak kecil hingga sekarang." sebut Zolfadli.
Zulfadli pun menutup pernyataannya dengan pertanyaan yang menyentuh hati seluruh masyarakat Aceh:
"Memangnya rakyat Aceh ini jadi sasaran latihan menembak ", tanya Zulfadli menutup pernyataannya.
(Junaidy)
