LSM Bungoeng Lam Jaroe Mengutuk Keras Pejabat Indonesia Larang Bantuan Asing Bantu Bencana Sumatra - Aceh
0 menit baca
CAMERAJURNALIS.COM, ACEH -
Aktivis LSM Bungoeng Lam Jaroe mengecam keras bagi para pejabat Indonesia yang melarang pihak asing membantu bencana Sumatra dan Aceh.
Menurut Pendiri LSM Bungoeng Lam Jaroe bantuan tersebut adalah salah satu kepedulian pihak asing terhadap rakyat Indonesia maka dari itu tolong diijinkan, dan mereka membantu warga Sumatra dan Aceh karena kepeduliannya terhadap sesama manusia dan mungkin sesama muslim maka dari itu jernihlah berfikir.
"Seandainya Rasulullah hidup di zaman ini tentu beliau akan marah kepada pemimpin yang dzolim sebagaimana pemimpin yang melarang sesama manusia untuk saling tolong menolong", ujar Pendiri LSM Bungong Lam Jaroe, Zulfadli, S. Sos.l., MM kepada awak media ini, Senin(15/12/2025) di Kantin RSUD Langsa.
Jujur ujar Zulfadli yang kerap disapa bung Zul itu, ilmu apa yang dipakai para pejabat di Indonesia ini sehingga atas kebijakan yang tidak bijak ini kita jadi meragukan keilmuan mereka, kalaulah kita mau kaji dari segi agama manapun semua agama tidak melarang yang namanya bertoleransi, tetapi pemimpin kita ini berbeda. Apakah pemimpin kita ini ada penyakit hati atau apalah sehingga hatinya kurang peka terhadap kepedulian rakyatnya, bagi saya hal ini sudah menjadi pelanggaran HAM paling berat di mata PBB.
Selanjutnya Zulfadli kembali menekankan dalam komentarnya dengan memberi ilustrasi , "Seandainya anak pejabat Indonesia ini ada yang bersekolah di luar negeri namun tidak di izinkan orang tuanya mengirimkan uang jajan untuk anaknya oleh penguasa disana, sementara bantuan jajan yang di berikan oleh pihak Indonesia sangat minim diterima anak mereka, dan bagaimana perasaan bapak-bapak dan ibu-ibu selaku pejabat kalau seandainya hal itu terjadi kepada keluarga bapak dan ibu ?",
Saya pastikan anda sebagai seorang pejabat sendiri yang akan protesnya, maka dari itu bijaklah kalau kita jadi pemimpin janganlah kita tidak senang kepada satu kaum lalu kita tidak berlaku adil dan ingatlah wahai pemimpin adil itu dekat sekali dengan takwa namun zalim itu dekat dengan kebatilan.
"Oleh karenanya janganlah berpolitik ditengah rakyatmu bertarung nyawa dalam kesengsaraan, kelaparan, kedinginan dan keputus- asaan" pungkas bung Zul menutup ucapannya.
(Junaidy)



