100 Vape Diduga Berisi Cairan Narkotika dan Dua Mobil Dikabarkan Diamankan, Publik Pertanyakan Transparansi Penanganan Perkara
Camerajurnalis.com Medan – Dugaan penanganan perkara yang disebut berkaitan dengan sekitar 100 unit vape berisi cairan yang diduga mengandung narkotika kini menjadi sorotan publik. Minimnya informasi resmi dari aparat penegak hukum memicu berbagai pertanyaan dan spekulasi di tengah masyarakat mengenai perkembangan perkara tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, seorang pria bernama Muhammad Alfiansyah yang disebut merupakan warga Desa Bayeun, Kecamatan Rantau Selamat, Kota Langsa, dikabarkan bersama seorang rekannya sempat diamankan di Kota Medan pada Minggu subuh, 7 Juni 2026.
Menurut para narasumber, perkara tersebut diduga berkaitan dengan sekitar 100 unit vape yang disebut-sebut berisi cairan diduga narkotika. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian yang dapat memastikan status hukum para pihak yang disebutkan maupun status barang bukti tersebut.
Informasi lain yang diterima awak media menyebutkan barang-barang tersebut diduga dibawa oleh istri pria yang dimaksud. Selain itu, dua unit mobil juga disebut-sebut berkaitan dengan perkara tersebut. Salah satunya adalah Toyota Kijang Innova BK 1523 ZJ yang menurut pengakuan seorang narasumber sempat terlihat berada di lingkungan Polrestabes Medan. Sementara satu kendaraan lainnya hingga kini belum diketahui identitas maupun keberadaannya.
Awak media juga memperoleh informasi yang masih memerlukan verifikasi bahwa Muhammad Alfiansyah dikabarkan sedang menjalani rehabilitasi di kawasan Marendal. Hingga berita ini diterbitkan, informasi tersebut belum dapat dipastikan karena belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang maupun pihak rehabilitasi.
Yang menjadi perhatian publik bukan hanya informasi mengenai dugaan penindakan tersebut, tetapi juga belum adanya penjelasan terbuka mengenai status perkara, keberadaan sekitar 100 vape yang diduga menjadi barang bukti, status kedua kendaraan yang disebut-sebut terkait, serta perkembangan proses hukumnya. Dalam perkara yang menjadi perhatian masyarakat, keterbukaan informasi merupakan bagian penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi yang menjelaskan apakah perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan, telah ditingkatkan ke penyidikan, dihentikan, atau terdapat perkembangan hukum lainnya. Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat yang menunggu kepastian berdasarkan fakta dan proses hukum yang berlaku.
Awak media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Brigadir Dian S melalui pesan WhatsApp terkait informasi yang berkembang. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan maupun klarifikasi.
Masyarakat berharap kepolisian segera memberikan penjelasan resmi agar seluruh informasi yang beredar dapat diluruskan. Apabila informasi yang berkembang tidak benar, klarifikasi perlu disampaikan. Sebaliknya, apabila memang terdapat penanganan perkara sebagaimana disebutkan oleh para narasumber, publik juga berhak mengetahui bagaimana proses penegakan hukum dijalankan secara transparan, profesional, dan akuntabel sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Reporter Denan
